Instalasi Rawat Jalan

Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur

Poli Refraksi RSMM Jatim

Kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat di saraf mata (retina) yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Pada kondisi normal, saat mata beristirahat, bayangan dapat fokus tepat di retina sehingga penglihatan tajam dan jelas. Kelainan refraksi menyebabkan suatu benda atau tilisan terlihat buram dan tidak tajam.

Pada poli refraksi akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya kelainan refraksi seperti, miopia, hipermetropia, astigmatisma, dan presbiopia serta untuk menentukan besarnya kekuatan lensa koreksi yang diperlukan.

Poli Spesialis Mata RSMM Jatim

Poli Spesialis Mata melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan Mata yang di tangani oleh Dokter Spesialis Mata yang kompeten dan sudah berpengalaman di bidangnya.

Pelayanan yang ditangani di Poli Spesialis Mata adalah :

  1. Pemeriksaan Mata ( Mata Minus, Mata Plus, dll)
  2. Katarak
  3. Operasi Kecil Sekitar mata ( Corpus Alienum, Hordeolum, dll..)

Poli Sub Spesialis Mata Anak RSMM Jatim

Anak-anak tidak pernah mengeluh matanya buram. Deteksi dini penting dilakukan agar anak dapat melihat indahnya dunia dengan sempurna. Anak Anda adalah fokus kami untuk membantu melihat masa depan.

Poli Sub Spesialis Mata Anak RSMM Jawa Timur membuka pelayanan khusus anak seperti katarak kongenital, low vision, strabismus, skirining Retinopathy of Prematurity dan kelainan refraksi. Ruang tunggu yang didesain khusus anak-anak difungsikan agar anak-anak merasa nyaman pada saat proses pemeriksaan.

Poli Sub Spesialis Mata Anak didukung oleh tenaga medis yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya. dr. Niken Indah N, Sp.M yang merupakan dokter spesialis mata sub spesialis mata anak Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur yang akan siap melayani dan memeriksa anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan mata.

Poli Sub Spesialis Glaukoma RSMM Jatim

Glaukoma menjadi penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah katarak. Glaukoma merupakan kelompok penyakit saraf mata yang kronik dan progresif dengan faktor risiko peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan. Berbeda dengan katarak, kebutaan akibat Glaukoma tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan mengontrol faktor risiko.

Skrining mata Glaukoma meliputi :

  1. Mengukur tekanan bola mata dengan Tonometer
  2. Melihat keadaan sudut bilik mata depan dengan Gonioskopi
  3. Memeriksa lapang pandangan dengan perimeter Humphrey
  4. Memeriksa keadaan saraf mata dengan alat scan Optical Coherence Tomography (OCT)

Penanganan penderita Glaukoma :

  1. Kontrol secara rutin ke dokter spesialis mata
  2. Kontrol tekanan bola mata
  3. Pemberian obat tetes mata, laser, tindakan operasi atau kombinasi.

Kerusakan saraf optik yang telah terjadi karena glaukoma tidak dapat disembuhkan, dengan terapi dan kontrol secara rutin ke dokter mata, dapat mencegah progresifitas sehingga kebutaan dapat dicegah. Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur membuka poli sub spesialis Glaukoma dengan dr. Rika Agustanti, Sp.M sebagai dokter sub spesialis Glaukoma yang telah berpengalaman di bidangnya.

Poli Sub Spesialis Retina RSMM Jatim

Retinopati diabetika menempati urutan ke 4 penyebab kebutaan. Salah satu bentuk komplikasi dari penyakit diabetes mellitus pada mata adalah Retinopati Diabetika dimana kadar gula yang tinggi pada akhirnya mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah retina. Penderita Diabetes Mellitus sebaiknya memeriksakan sedikitnya satu kali dalam setahun.

Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur membuka pelayanan poli sub spesialis Retina dengan fasilitas penunjang seperti:

  1. Foto Fundus
  2. USG Mata
  3. Humphrey Field Analyzer (HFA)
  4. Fotokoagulasi Laser Argon
  5. Injeksi Intravitreal
  6. Vitrektomi

Vitrektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat cairan mata, vitreus yang ada di mata bagian tengah. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi lepasnya retina dari dinding belakang mata (abalsio retina).

  1. Ablasio Retina (retina yang lepas)
  2. Macular holes (makula yang berlubang)
  3. Komplikasi retina akibat penyakit diabetes mellitus

Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur telah membuka poli poli retina dan ditangani sub spesialis retina yaitu dr. Elsa Rendyta, Sp.M dan dr. Pardana Dwi Putra, Sp.M

POLI EED (External eye Disease) RSMM Jatim

EED ( External eye Disease) atau poli Infeksi dan Imunologi biasa disebut penyakit mata luar, penyakit mata merah terkadang dianggap enteng oleh masyarakat karena dianggap hanya iritasi ringan biasa dan diberi obat apa adanya.

Ancaman kebutaan terutama disebabkan karena terlambatnya pengobatan dan coba-coba mengobati sendiri yang berkibat bertambah beratnya penyakit mata merah sering ditemukan pada kasus-kasus kelainan mata merah yang disebabkan oleh karena infeksi permukaan bola mata.

Dari anamnesis dan pemeriksaan khusus bias diketahui penyebab dari mata merah baik virus, bakteri, alergi, adanya benda asing, kelainan imun ataupun penyebab yang lain. Semakin cepat mata merah diketahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat maka akan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk yaitu kebutaan.

Poli External Eye Disease atau Poli Infeksi dan Imunologi Rumah Sakit Mata Masyarakat menangani:

  1. Hordeolum (bintitan)
  2. Chalazion
  3. Pterygium
  4. Konjungtivitis

Poli Infeksi dan Imunologi RSMM Jawa Timur ditangani oleh dr. Budy Surakhman, Sp.M yang telah berpengalaman dan kompeten dibidangnya.