GLAUKOMA SI PENCURI PENGLIHATAN

GLAUKOMA SI PENCURI PENGLIHATAN

Jangan sampai Glaukoma mencuri penglihatan Anda!!!

Glaukoma menjadi penyebab kebutaan nomor 2 setelah katarak. Glaukoma merupakan kelompok penyakit saraf mata yang kronik dan progresif dengan faktor risiko peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan.

 

Berbeda dengan katarak, kebutaan akibat glaukoma tidak dapat disembuhkan namun dapat dicegah dengan mengontrol faktor risiko. Faktor risiko Glaukoma diantaranya:

  1. Berumur diatas 40 tahun
  2. Memiliki riwayat keluatga yang terkena glaukoma
  3. Memiliki tekanan bola mata yang tinggi
  4. Pemakaian steroid lama dan terus menerus (obat tetes mata, obat inhaler asthma dan obat radang sendi)
  5. Penderita Myopia (kacamata minus) yang tinggi
  6. Pernah mengalami trauma pada mata
  7. Memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi dan migren.

Skrining mata Glaukoma meliputi:

  1. Mengukur tekanan bola mata dengan Tonometer
  2. Melihat keadaan sudut bilik mata depan dengan Gonioskopi
  3. Memeriksa lapang pandangan dengan perimeter Humphrey
  4. Memeriksa keadaan saraf mata dengan alat scan Optical Coherence Tomography (OCT)

Penanganan penderita Glaukoma

  1. Kontrol secara rutin ke dokter spesialis mata
  2. Kontrol tekanan bola mata
  3. Pemberian obat tetes mata, laser, tindakan operasi atau kombinasi.

Kerusakan pada saraf optik yang telah terjadi karena glaukoma tidak dapat disembuhkan, dengan terapi dan kontrol secara rutin ke dokter mata, dapat mencegah progresifitas sehingga kebutaan dapat dicegah. Melalui Glaukoma week RSMM Jawa Timur mengajak masyarakat untuk melaksanakan deteksi dini Glaukoma dengan melakukan pemeriksaan dan terapi dini mencegah kebutaan akibat Glaukoma.

Leave a Reply

Your email address will not be published.