Katarak

Katarak

Teknologi bedah katarak sendiri telah melalui beberapa fase evolusi sejak beberapa tahun belakangan ini. Kalau dahulu bedah katarak dengan teknologi yang disebut ECCE dan ICCE masih memerlukan sayatan lebar untuk mengeluarkan lensa secara utuh, sehingga pasien pun harus mendapatkan jahitan yang cukup banyak pada matanya yang mengakibatkan proses pemulihan matanya menjadi lama. Sementara dengan teknologi fakoemulsifikasi sayatan pada mata menjadi sangat kecil dan seringkali tidak memerlukan jahitan.

Teknologi fakoemulsifikasi sendiri kini telah disempurnakan dengan apa yang disebut Cold Phacoemulsification evolusi dari teknologi fakoemulsifikasi konvensional, dimana jarum gelombang ultrasonik tidak lagi menimbulkan panas yang dapat menyebabkan iritasi pada mata pasien dan sayatan juga sangat kecil sehingga pemulihan menjadi lebih cepat.

Lalu apa yang menjadi kelebihan “Cold Phacoemulsification“? Prosedur katarak menjadi sangat efisien, cepat, dan menurunkan resiko terjadinya panas yang sering diakibatkan atau ditimbulkan oleh mesin-mesin katarak konvensional.

Perlu diketahui apabila terjadi luka bakar, penyembuhan menjadi terhambat dan ada kemungkinan timbulnya silindris di kemudian hari. Luka pada mata pasien akan terbuka dan yang seharusnya tidak memerlukan jahitan menjadi harus dilakukan jahitan. Dengan Cold Phacoemulsification, sayatan hanya sebesar (1,8 – 2,0 mm), sehingga prosedur operasi tidak lagi memerlukan jahitan.

Cold Phacoemulsification adalah teknologi yang sangat membantu para dokter melakukan tindakan secara tepat dan cermat, sehingga membuat waktu operasi menjadi lebih cepat dengan tingkat komplikasi yang sangat minimal. Prosedur pemasangan lensa tanam pengganti lensa katarak dimasukkan dengan cara dilipat.

Jenis-Jenis Lensa Tanam (Lensa Intra Okular) :

Lensa Monofokal
Lensa yang memberikan penglihatan yang jelas pada satu jarak saja (penglihatan jauh). Jenis lensa ini ada 2 macam yaitu:

  1. Lensa Non Aspheric 
    Jecnis lensa ini cocok untuk pasien yang tidak lagi mempunyai aktifitas yang menuntut penglihatan yang sangat sempurna. Pada lensa monofokal, pasien masih memerlukan kacamata baca untuk membaca dekat. Contoh: Ibu Rumah Tangga, Usia lanjut.
  2. Lensa Aspheric 
    Kelebihan dari jenis lensa ini adalah menghasilkan kualitas penglihatan yang lebih baik, cocok untuk pasien yang aktif dengan kegiatan seperti mengemudi dimalam hari serta mempunyai hobi bermain golf.

Lensa Multifokal
Tipe lensa ini dapat mengurangi pasien dari ketergantungan akan kacamata jarak jauh dan dekat.

Lensa Torik
Lensa torik ini dapat mengatasi astigmatisma sampai silinder -3.00.

Bicarakan dengan dokter spesialis mata RSMM mengenai kebutuhan lensa untuk mata Anda.