Jl. Ketintang Baru Selatan I No.1, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
(031) 820-10000
rsmmjatim
RSMM Prop.Jatim

MENGENAL DETEKSI DINI PADA PENYAKIT STROKE
Diposting oleh Tim PKRS
Ditulis Oleh dr. Sekar Rahadisiwi - Oktober 2023

Tanggal 29 Oktober merupakan hari yang diperingati sebagai hari stroke sedunia. Peringatan stroke tahun 2023 mengusung tema #GreaterThanStroke atau #LebihBesarDariStroke dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian faktor risiko, mengenali tanda tanda awal dan memahami kebutuhan penyandang stroke.

Stroke merupakan salah satu dari penyebab kematian kedua terbanyak setelah penyakit jantung iskemik di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia stroke menjadi penyebab kematian utama. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Selain itu, stroke adalah penyakit penyebab disabilitas tertinggi pada lansia di Indonesia. (Riskesdas 2018)

Stroke adalah kondisi medis dimana terjadi penurunan aliran darah ke otak yang menyebabkan kematian sel otak. Penurunan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) dan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke perdarahan). Ketika terjadi stroke, aliran darah yang terhenti menyebabkan kematian sel otak dan mempengaruhi kinerja otak yang mengontrol fungsi tubuh sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Stroke adalah keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera. Gejala awal stroke yang dapat kita kenali adalah :

  • F : face drooping : Wajah turun sebelah/merot
  • A : arm weakness : kelemahan setengah badan
  • S : speech difficulty : kesulitan berbicara
  • T : time to cal 911 : panggil bantuan!

Dalam Guideline AHA 2021, disebutkan bahwa pengendalian faktor risiko penyakit pembuluh darah adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam mencegah stroke, yaitu dengan mengontrol hipertensi, diabetes (gula darah), kadar lemak darah dan mengurangi merokok. Selain itu, perubahan gaya hidup meliputi kebiasaan makan-makanan sehat, aktivitas fisik teratur, dan kepatuhan minum obat perlu dilakukan untuk mencegah stroke maupun meminimalisir serangan stroke kedua pada penyintas stroke.

Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit pembuluh darah adalah dengan mengampanyekan perilaku CERDIK, yaitu

  • C : Cek kesehatan secara teratur
  • E : Enyahkan asap rokok
  • R : Rajin berolahraga
  • D : Diet yang seimbang
  • I : Istirahat yang cukup
  • K : Kelola stress dengan baik.

Sumber :
https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
American Heart Association. 2021. Guideline for the Prevention of Stroke in Patients With Stroke and Transient Ischemic Attack. https://www.ahajournals.org/doi/pdf/10.1161/STR.0000000000000375
World Stroke Day Campaign https://www.world-stroke.org/world-stroke-day-campaign
American Stroke Association . Stroke Symptom https://www.stroke.org/en/about-stroke